Kamis, 24 Agustus 2017

Kerangka Pemikiran Proposal Penelitian - Diskusi



Forum 3 Minggu 4

Pertanyaan:
Buatkan Kerangka pemikiran rencana dari proposal penelitian saudara dengan memperhatikan pola berfikir secara induktif  dan deduktif (inductive thinking & deductive thinking). Minimal menggambarkan dan menjeslakan hubungan antar 3 variabel yaitu 1 var dependent dan 2 variabel independent. atau boleh juga dengan 4 var dengan menggukan variabel intervening.

Tanggapan:
 Deduktif adalah proses dimana kita mengambil suatu kesimpulan berdasarkan generalisasi logis dari sebuah fakta yang diketahui Dalam proses deduktif, logika memegang peranan penting dengan cara melakukan penarikan kesimpulan yang bersifat individual dari pernyataan bersifat umum. Pembuatan kesimpulan melalui deduktif dilakukan melalui suatu silogisme (konklusi dan kesimpulan) yang terdiri dari tiga preposisi yaitu pernyataan yang menolak atau membenarkan suatu hal, asumsi atau dasar argumentasi, dan konlusi, konsekuensi, serta kesimpulan. Contohnya adalah sebagai berikut :
Premise mayor : semua karyawan yang berkinerja baik akan memberikan pelayanan prima kepada nasabah.
Premise minor : Anton adalah karyawan yang berkinerja baik.
Kesimpulan     : Anton akan memberikan pelayanan prima kepada nasabah.
Induktif adalah proses dimana kita mengamati suatu fenomena dan mengambil kesimpulan berdasarkan fenomena tersebut. Dengan kata lain, dalam induktif kita secara logis membuat sebuah proposisi umum berdasarkan fakta yang diamati, sebagai contoh pelayanan terbaik kepada pelanggan merupakan ciri utama dari perusahaan jasa. Hal ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan jasa dapat eksis dan bertahan hingga waktu yang lama untuk tujuan memuaskan pelanggan dengan memberikan pelayanan terbaik.

CONTOH PENERAPAN KERANGKA PEMIKIRAN PROPOSAL PENELITIAN (DEDUCTIVE THINKING)
Hasil Pengamatan:
PROPER adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) sejak tahun 1995, untuk mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungannya. Dari penilaian proper, perusahaan akan memperoleh citra/reputasi sesuai bagaimana pengelolaan lingkungannya. Citra tersebut dinilai dengan warna emas, hijau, biru, merah dan hitam.
Pengungkapan informasi atas lingkungan (disclosure CSR) pada Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perusahaan serta reputasi PROPER yang baik diharapkan akan meningkatkan nama baik perusahaan di mata investor sehingga pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja saham perusahaan. Sehingga dipilihlah topik: Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Pengungkapan Informasi Lingkungan terhadap Kinerja Saham Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Jenis-jenis Variabel:
·         Variabel terikat merupakan variabel yang menjadi perhatian utama dalam sebuah penelitian. Dalam permasalahan ini variabel terikat (dependent variable) yang digunakan adalah Kinerja Saham.
·         Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel terikat, entah secara positif atau negative. Dalam permasalahan ini variabel bebas (independent variable) yang digunakan adalah Kinerja Lingkungan dan Pengungkapan Informasi Lingkungan.

berikut bagan kerangka pemikiran proposal penelitian topik diatas:




















 


Hipotesis:
Ha : Kinerja Lingkungan berpengaruh terhadap Kinerja Saham
Hb : Pengungkapan Informasi Lingkungan berpengaruh terhadap Kinerja Saham





                                                                                                                                                                       

Senin, 21 Agustus 2017

Proses dalam Penelitian Bisnis (menemukan Research Problem dan Research Gap) - Diskusi



Forum 2 Minggu 2

Pertanyaan:
Bagaimanakah langkah-langkah atau proses dalam Penelitian Bisnis
Dalam menemukan reseach problem dan research gap

Tanggapan:
Penelitian Bisnis merupakan suatu proses penyelidikan/ penelitian yang sistematis yang bertujuan memberikan informasi yang dapat menuntun bagi pengambilan keputusan manajemen. Dapat dikatakan bahwa penelitian bisnis merupakan penelitian ilmiah yang digunakan dalam hal bisnis.
Adapun proses/ rangkaian kegiatan penelitian adalah sebagai berikut:
1.      Perumusan Masalah
Suatu penelitian diawali dengan adanya suatu permasalahan. Rumusan masalah yang baik memiliki ciri-ciri: masalah penelitian mencakup paling sedikit dua variabel dan dinyatakan secara ekplisit, variabel-variabel tersebut memiliki kaitan dan ada kata yang secara eksplisit menyatakan kaitan tersebut, subyek dimana variabel melekat dinyatakan secara ekplisit, dan rumusan masalah dinyatakan dengan kalimat pertanyaan.
2.      Kajian teori dan hasil penelitian yang relevan
Setelah mengetahui variabel yang ada dalam perumusan masalah, kita harus mencari alasan mengapa variabel tersebut berkaitan, yang dapat diketahui dari teori maupun hasil penelitian yang telah ada.
3.      Perumusan kerangka pemikian
Kerangka pemikiran merupkan ringkasan dari definisi tiap variabel dan maupun alasan kaitan antara variabel tersebut. Kerangka pemikiran harus dibuat urut dan rinci sehingga cukup beralasan untuk dijadikan dasar dalam membuat kesimpulan (merumuskan hipotesis)
4.      Perumusan Hipotesis
Hipotesis merupakan kesimpulan yang dihasilkan melalui kerangka pemikiran yang berfungsi sebagai jawaban logis atas suatu masalah. Hipotesis dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan. Hipotesis disebut juga dengan jawaban sementara atas rumusan masalah karena kebenarannya baru bersifat logis.
5.      Penentuan desain penelitian
Proses selanjutnya adalah memverifikasi kebenaran empiris hipotesis tersebut melalui penentuan jenis desain penelitian yang tepat untuk digunakan. Penentuan desain penelitian didasarkan pada dua hal, yaitu keberadaan hipotesis dan keberadaan variabel perlakuan. Pemilihan desain penelitian yang digunakan akan berpengaruh terhadap instrumen pengumpulan data, ukuran sampel dan teknik analisis data yang diperlukan.
6.      Penentuan subyek penelitian
Untuk memverifikasi kebenaran empiris hipotesis penelitian dibutuhkan subyek dimana data variabel penelitian tersebut berada atau melekat. Dari segi cakupannya, subyek penelitian dapat berupa populasi atau sampel
7.      Pengembangan instrumen perolehan data
Tahap selanjutnya adalah mengembangkan instrumen yang digunakan untuk memperoleh data dari subyek itu, sering disebut juga dengan istilah operasionalisasi variabel atau definisi operasional atau pengukuran variabel. Operasionalisasi variabel merupakan penjelasan secara rinci dan berurutan mengenai tiap kegiatan yang harus dilakukan dalam memperoleh data mengenai variabel penelitian sedemikian sehingga diperoleh skor/ kode yang merepresentasikan variabel yang dioperasionalisasikan.
8.      Penganalisisan reliabilitas dan validitas instrumen
Validitas dan reliabilitas merupakan syarat minimal yang harus dimiliki isntrumen dalam penelitian ilmiah. Suatu instrumen dinyatakan valid jika dapat mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur,  dan dinyatakan reliabel jika instrumen tersebut dapat menghasilkan ukuran yang konsisten.. pengujian validitas dan reliabilitas instrumen terutama dilakukan apabila variabel yang akan diukur merupakan variabel psikologis, yang tidak dapat dilihat secara langsung
9.      Pengumpulan data
Pelaksanaan pengumpulan data diawali dengan pembekalan kepada kolektor data  yaitu jika pengumpulan data dilakukan oleh orang lain, untuk memberikan pemahaman umum mengenai tujuan penelitian, instrumen, penggunaan instrumen dan cara mengatasi jika terjadi hal-hal yang tidak direncanakan.
10.  Penganalisisan data
Data yang telah dikumpulkan biasanya diedit dan dioleh sebelum dianalisis untuk memverifikasi hipotesis.  Metode atau teknik yang paling sering digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah
11.  Pendiskusian hasil analisis
Kesimpulan diperoleh jika telah melakukan pembahasan atau diskusi. Diskusi berisi perbandingan tiga hal, yaitu hipotesis penelitian, kesimpulan analisis dan peneltian yang telah adadan relevan.
12.  Perumusan kesimpulan dan saran
Perumusan kesimpulan harus didasarkan pada pembahasan, buka semata mata hasil analisis yang diperoleh. Saran harus memiliki dasar yaitu harus mengacu pada hasil nanalisis maupun diskusi pada tahap sebelumnya. Saran tidak harus ada dalam tiap penelitian
13.  Pelaporan hasil peneitian
Laporan hasil penelitian dibuat dalam bentuk tertulis, dan dapat dipresentasikan dalam bentuk seminar maupun diterbitkan dalam sebuah jurnal ilmiah.



Menentukan masalah penelitian
Penelitian dalam jenis apa pun akan selalu bertumpu dan bersumber pada suatu masalah, karena penelitian tidak akan dapat terlaksana jika tanpa masalah. Menurut Sumadi Suryabrata, masalah merupakan kesenjangan (gap) antara das Sollen dan das Sein, yaitu adanya perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan, antara apa yang diperlukan dan apa yang tersedia, antara harapan dan kenyataan. Hal-hal yang dapat dijadikan sumber untuk menemukan suatu masalah yang akan diteliti antara lain:
a.       Pengamatan atas fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari
Pengamatan dapat menjadi sumber masalah penelitian. Masalah kadang-kadang muncul setelah seseorang melihat hal-hal tertentu di lapangan yamg menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang akhirnya menjadi suatu masalah penelitian walaupun sebelumnya dia tidak sengaja mencari masalah penelitian.
b.      Research Gap (celah penelitian)
Research gap adalah celah – celah atau senjang penelitian yang dapat dimasuki oleh seorang peneliti berdasarkan pengalaman atau temuan peneliti – peneliti terdahulu.
Sumber research gap diperoleh dengan membaca dan menelaah hasil penelitian yang ada. Umumnya research gap ditemukan pada bagian pembahasan dan future/further research dari sebuah naskah hasil penelitian.
Jenjang/ tingkatan literature:

  1. Buku pelajaran/text book
  2. Laporan penelitian yang tidak dipublikasikan.
  3. Proceeding Temu Ilmiah bidang ilmu, yaitu kumpulan naskah ilmiah yang disiapkan sebagai hasil dari sebuah pertemuan ilmiah bidang ilmu tertentu. Naskah semacam ini biasanya dipublikasikan setelah melalui sebuah proses diskusi yang mendalam terhadap berbagai aspek penelitian yang diliput dalam naskah tersebut
  4. Scientific Readings. Bacaan yang bukan merupakan buku pelajaran tetapi memuat eksplorasi yang mendalam mengenai sebuah bidang ilmu atau ditulis dalam lintas bidang ilmu.
  5. Tesis dan disertasi. Naskah ini adalah hasil penelitian yang digunakan seseorang untuk mendapat gelar magister dan doktor dalam bidang ilmu tertentu.
  6. Naskah Referal Journal dalam bidang ilmu, sebagai rujukan utama dari sebuah penelitian ilmiah.

Ferdinand (2016) menjelaskan bahwa yang namanya celah penelitian dapat bercirikan sebagai berikut :
  1. Tatanan konseptual yang baik, tetapi belum ada pembuktian empiris. Celah penelitian muncul karena dalam sebuah teori tatanan konseptualnya sangat mapan, tetapi pada bagian konsep tertentu belum ada yang coba untuk mengujinya secara empiris. Hal ini tentunya membutuhkan telaah literatur dan riset yang sangat banyak dan mendalam, sehingga celah penelitian model ini bisa ditemukan
  2. Masalah penelitian yang belum berhasil dijawab atau hipotesis yang belum berhasil dibuktikan. Celah penelitian muncul karena banyak dari temuan penelitian yang membuktikan bahwa hipotesis yang dibangun dari suatu teori tersebut cenderung tidak signifikan. Misalnya, Teori yang menyatakan bahwa Investasi berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi sudah tidak mungkin lagi disangsikan. Banyak penelititan yang menunjukaan bahwa reksadana syariah tidak berpengaruh secara positf dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tentunya hal ini menarik untuk diteliti lebih lanjut apakah dari sudut metode penelitiannya, baik dari sample, alat analisis, dll.
  3. Temuan penelitian yang kontroversial terhadap penelitian sejenis lainnya. Celah ini ditemukan ketika terjadi hasil penelitian yang berbeda antara penelitian satu dengan penelitian lainnya terhadap konsep dan proposisi yang sama. Sebagai contoh penelitian si A menemukan bahwa X berpengaruh signfikan terhadap Y, namun si B menemukan bahwa X tidak berpengaruh terhadap Y. Celah penelitian model ketiga ini nampaknya sangat popular dan sangat  banyak digunakan oleh sebagian besar peneliti, dalam suatu penelitian. Namun bukan berarti celah penelitian yang paling tepat adalah model ketiga. Semua model adalah tepat, hanya saja khasanah metodologi kita yang belum luas
  4. Hasil penelitian yang menyisakan kelemahan. Biasanya dari beberapa penelitian terdahulu selalu menulis keterbatasan penelitian ataupun saran penelitian yang akan datang. Hal ini juga termasuk dari kategori celah penelitian yang dapat kita gunakan untuk memperoleh permasalahan.
c.       Theory Gap (kesenjangan teori)
Theory gap adalah kesenjangan atau ketidakmampuan sebuah teori dalam menjelaskan sebuah fenomena sehingga teori tersebut lalu dipertanyakan. Masalah dan masalah penelitian dapat dikembangkan dari adanya teori gap dalam masyarakat. Proses pencarian theory gap ini tidaklah mudah, namun satu kebanggaan bagi peneliti dan sponsornya bila mereka mampu menemukan theory gap sebagai langkah awal eksplorasi ilmiah lanjutan.
Proses pencarian theory gap hampir sama dengan proses pencarian research gap, namun berbedadalam besaran cakupannya. Sebuah teori mempunyai cakupan yang lebih luas dari sebuah konsepdalam research gap. Hanya melalui sebuah penelitian yang intesiflah seorang peneliti dapatmenemukan atau mengembangkan sebuah theory gap yang mengungkapkan gugatannya terhadap kemapanan sebuah teori.


Referensi:

Kamis, 17 Agustus 2017

Perumusan Masalah dan Hipotesis (studi kasus pemasaran) - TUGAS 1



TUGAS 1 MINGGU 3
Westy (Mahasiswa UT Yogyakarta)
Hapzi Ali (Dosen Pengampu)

Cermati kasus di bawah ini :
Bambang adalah seorang manajer pemasaran PT Pertamina di Kota Surabaya. Dalam masa kepemimpinannya ternyata hasil penjualan pelumas di Surabaya ternyata paling rendah di antara kota yang lain. Berdasarkan data tersebut maka:
1.      Rumuskan permasalahan yang dihadapi manajer tersebut?
2.      Hipotesis apa yang bisa anda kemukakan dari kasus tersebut.
3.      Jenis penelitian apakah yang sesuai untuk menganalisis masalah diatas? Jelaskan alasan anda

Tanggapan:
Seorang Manajer Pemasaran di dalam sebuah perusahaan memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam meningkatkan keuntungan bagi perusahaan, yaitu bertanggung jawab atas perolehan hasil penjualan dan penggunaan dana promosi Seorang manajer pemasaran harus mampu melihat berbagai kesempatan di masa depan, merumuskan dan menjalankan berbagai program pemasaran sehingga mampu memenuhi target-target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Salah satu tugas manajer pemasaran diantaranya adalah mendapatkan konsumen atau pelanggan, mempertahankan pelanggan tersebut, serta harus peka dengan persaingan dan mampu menanggulanginya. Oleh karena itu, seorang manager pemasaran harus mampu merencanakan dan menetapkan Strategi promosi dilaksanakan sejalan dengan rencana pemasaran, dimana strategi tersebut harus dijalankan secara keseluruhan, direncanakan, diarahkan dan dikendalikan dengan baik. Selain itu seorang manajer pemasaran juga harus mampu mengidentifikasi setiap masalah sehingga ia mampu merumuskan apa alternatif yang harus diambil dalam menyelesaikan masalah tersebut. Namun demikian, alternatif tersebut harus mampu dianalisa dari berbagai sudut pandang sehingga bisa diambil satu kesimpulan pasti.
Model Pengambilan keputusan manajer pemasaran meliputi :
-         Analisa Pasar
-     Memonitor Lingkungan seperti demografi, kondisi prekonomian, sosial dan kebudayaan, politik dan hukum, teknologi dan persaingan
-      Menentukan tujuan produk seperti pengembangan investasi, laba dan market share atau volume penjualan.
-        Menentukan marketing mix (harga, promosi dan distribusi)

1.      Sehubungan dengan rendahnya tingkat penjualan dibandingkan kota lain, maka dapat dirumuskan permasalahan yang dihadapi antara lain:
  1. Apakah terdapat pengaruh antara strategi pemasaran dan promosi dengan tingkat penjualan produk pelumas di daerah Surabaya?
  2. Seberapa besar pengaruh promosi terhadap hasil penjualan produk pelumas di Kota Surabaya?
  3. Apa saja faktor penyebab Bambang kurang aktif melakukan promosi produk pelumas di Kota Surabaya?

Hasil dari proses pengamatan (observasi) dan merasakan fenomena di sekitar kita merupakan permulaan dari kebanyakan penelitian (entah terapan atau dasar). Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi permasalahan. Dalam mengidentifikasi permasalahan kasus diatas, manager bisa mencari informasi melalui proses wawancara baik secara formal maupun informal. Manager bisa mencari tahu tentang bagaimana perasaan pelanggan terhadap produk dan layanan konsumen. Dari informasi pelanggan tersebut mungkin manager akan menemukan bahwa pelanggan menyukai produknya, tapi kecewa karena banyak item yang mereka perlukan sering tidak tersedia, dan pramuniaga tidak begitu membantu. Manager juga bisa memperoleh informasi dengan mengajak diskusi para pramuniaga. Dari informasi para pramuniaga, manager mungkin tahu bahwa pabrik tidak menyuplai barang tepat waktu dan menjanjikan tanggal pengiriman baru yang pada saatnya gagal terpenuhi. Gabungan informasi yang diperoleh tersebut membantu manager untuk menentukan bahwa terdapat permasalahan. Masalah tersebut juga membantu manager untuk merumuskan sebuah model konseptual atau kerangka teoritis (theoretical flamework) dari semua faktor yang menimbullkan masalah. Dari kerangka terotis yang merupakan gabungan berarti dari semua informasi yang di peroleh, beberapa hipotesis (hypotheses) dapat di buat dan di uji untuk menemukan apakah data membuktikannya. Konsep-konsep kemudian di definisikan secara operasional (operationaly definded) sehingga dapat di ukur. Design penelitian (research designe) disusun untuk menentukan, diantara hal lainnya, cara mengumpulkan (collect) data lebih lanjut, menganalisis (analyze) dan menginterpretasikannya (interpret) dan akhirnya memberikan jawaban atau solusi atas suatu masalah..

2.      Hipotesis
Hipotesis yang dapat dikemukakan dalam kasus diatas salah satunya adalah diduga bahwa strategi pemasaran yang dilakukan kurang efektif dalam meningkatkan jumlah penjualan. Bagian pemasaran di bawah pimpinan Bambang kurang aktif dalam melakukan promosi terhadap produk pelunas pertamina di Kota Surabaya sehingga  masyarakat Surabaya banyak yang tidak mengetahui produk pelumas pertamina tersebut yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya tingkat penjualan produk pelumas pertamina di Kota Surabaya.

3.      Jenis penelitian yang sesuai untuk menganalisis masalah diatas adalah proses induksi dengan pendekatan kualitatif (naturalis). Proses penentuan hipotesis dan pengambilan kesimpulan berdasarkan data yang diobservasi dan dikumpulkan terlebih dahulu disebut proses induksi (induction process), metodenya disebut metode induktif (inductive method) dan penelitiannya disebut penellitian induktif (inductive research). Penalaran induksi merupakan proses berpikir yang berdasarkan kesimpulan umum pada kondisi-kondisi khusus.