TUGAS 1 MINGGU 3
Westy (Mahasiswa UT Yogyakarta)
Hapzi Ali (Dosen Pengampu)
Hapzi Ali (Dosen Pengampu)
Cermati kasus di bawah ini :
Bambang adalah seorang manajer pemasaran PT Pertamina di Kota Surabaya. Dalam masa kepemimpinannya ternyata hasil penjualan pelumas di Surabaya ternyata paling rendah di antara kota yang lain. Berdasarkan data tersebut maka:
1. Rumuskan permasalahan yang dihadapi manajer tersebut?
2. Hipotesis apa yang bisa anda kemukakan dari kasus tersebut.
3. Jenis penelitian apakah yang sesuai untuk menganalisis masalah diatas? Jelaskan alasan anda
Tanggapan:
Seorang Manajer Pemasaran di dalam sebuah perusahaan memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam meningkatkan keuntungan bagi perusahaan, yaitu bertanggung jawab atas perolehan hasil penjualan dan penggunaan dana promosi Seorang manajer pemasaran harus mampu melihat berbagai kesempatan di masa depan, merumuskan dan menjalankan berbagai program pemasaran sehingga mampu memenuhi target-target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Salah satu tugas manajer pemasaran diantaranya adalah mendapatkan konsumen atau pelanggan, mempertahankan pelanggan tersebut, serta harus peka dengan persaingan dan mampu menanggulanginya. Oleh karena itu, seorang manager pemasaran harus mampu merencanakan dan menetapkan Strategi promosi dilaksanakan sejalan dengan rencana pemasaran, dimana strategi tersebut harus dijalankan secara keseluruhan, direncanakan, diarahkan dan dikendalikan dengan baik. Selain itu seorang manajer pemasaran juga harus mampu mengidentifikasi setiap masalah sehingga ia mampu merumuskan apa alternatif yang harus diambil dalam menyelesaikan masalah tersebut. Namun demikian, alternatif tersebut harus mampu dianalisa dari berbagai sudut pandang sehingga bisa diambil satu kesimpulan pasti.
Model Pengambilan keputusan manajer pemasaran meliputi :
- Analisa Pasar
- Memonitor Lingkungan seperti demografi, kondisi prekonomian, sosial dan kebudayaan, politik dan hukum, teknologi dan persaingan
- Menentukan tujuan produk seperti pengembangan investasi, laba dan market share atau volume penjualan.
- Menentukan marketing mix (harga, promosi dan distribusi)
1. Sehubungan dengan rendahnya tingkat penjualan dibandingkan kota lain, maka dapat dirumuskan permasalahan yang dihadapi antara lain:
- Apakah terdapat pengaruh antara strategi pemasaran dan promosi dengan tingkat penjualan produk pelumas di daerah Surabaya?
- Seberapa besar pengaruh promosi terhadap hasil penjualan produk pelumas di Kota Surabaya?
- Apa saja faktor penyebab Bambang kurang aktif melakukan promosi produk pelumas di Kota Surabaya?
Hasil dari proses pengamatan (observasi) dan merasakan fenomena di sekitar kita merupakan permulaan dari kebanyakan penelitian (entah terapan atau dasar). Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi permasalahan. Dalam mengidentifikasi permasalahan kasus diatas, manager bisa mencari informasi melalui proses wawancara baik secara formal maupun informal. Manager bisa mencari tahu tentang bagaimana perasaan pelanggan terhadap produk dan layanan konsumen. Dari informasi pelanggan tersebut mungkin manager akan menemukan bahwa pelanggan menyukai produknya, tapi kecewa karena banyak item yang mereka perlukan sering tidak tersedia, dan pramuniaga tidak begitu membantu. Manager juga bisa memperoleh informasi dengan mengajak diskusi para pramuniaga. Dari informasi para pramuniaga, manager mungkin tahu bahwa pabrik tidak menyuplai barang tepat waktu dan menjanjikan tanggal pengiriman baru yang pada saatnya gagal terpenuhi. Gabungan informasi yang diperoleh tersebut membantu manager untuk menentukan bahwa terdapat permasalahan. Masalah tersebut juga membantu manager untuk merumuskan sebuah model konseptual atau kerangka teoritis (theoretical flamework) dari semua faktor yang menimbullkan masalah. Dari kerangka terotis yang merupakan gabungan berarti dari semua informasi yang di peroleh, beberapa hipotesis (hypotheses) dapat di buat dan di uji untuk menemukan apakah data membuktikannya. Konsep-konsep kemudian di definisikan secara operasional (operationaly definded) sehingga dapat di ukur. Design penelitian (research designe) disusun untuk menentukan, diantara hal lainnya, cara mengumpulkan (collect) data lebih lanjut, menganalisis (analyze) dan menginterpretasikannya (interpret) dan akhirnya memberikan jawaban atau solusi atas suatu masalah..
2. Hipotesis
Hipotesis yang dapat dikemukakan dalam kasus diatas salah satunya adalah diduga bahwa strategi pemasaran yang dilakukan kurang efektif dalam meningkatkan jumlah penjualan. Bagian pemasaran di bawah pimpinan Bambang kurang aktif dalam melakukan promosi terhadap produk pelunas pertamina di Kota Surabaya sehingga masyarakat Surabaya banyak yang tidak mengetahui produk pelumas pertamina tersebut yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya tingkat penjualan produk pelumas pertamina di Kota Surabaya.
3. Jenis penelitian yang sesuai untuk menganalisis masalah diatas adalah proses induksi dengan pendekatan kualitatif (naturalis). Proses penentuan hipotesis dan pengambilan kesimpulan berdasarkan data yang diobservasi dan dikumpulkan terlebih dahulu disebut proses induksi (induction process), metodenya disebut metode induktif (inductive method) dan penelitiannya disebut penellitian induktif (inductive research). Penalaran induksi merupakan proses berpikir yang berdasarkan kesimpulan umum pada kondisi-kondisi khusus.