Senin, 21 Agustus 2017

Proses dalam Penelitian Bisnis (menemukan Research Problem dan Research Gap) - Diskusi



Forum 2 Minggu 2

Pertanyaan:
Bagaimanakah langkah-langkah atau proses dalam Penelitian Bisnis
Dalam menemukan reseach problem dan research gap

Tanggapan:
Penelitian Bisnis merupakan suatu proses penyelidikan/ penelitian yang sistematis yang bertujuan memberikan informasi yang dapat menuntun bagi pengambilan keputusan manajemen. Dapat dikatakan bahwa penelitian bisnis merupakan penelitian ilmiah yang digunakan dalam hal bisnis.
Adapun proses/ rangkaian kegiatan penelitian adalah sebagai berikut:
1.      Perumusan Masalah
Suatu penelitian diawali dengan adanya suatu permasalahan. Rumusan masalah yang baik memiliki ciri-ciri: masalah penelitian mencakup paling sedikit dua variabel dan dinyatakan secara ekplisit, variabel-variabel tersebut memiliki kaitan dan ada kata yang secara eksplisit menyatakan kaitan tersebut, subyek dimana variabel melekat dinyatakan secara ekplisit, dan rumusan masalah dinyatakan dengan kalimat pertanyaan.
2.      Kajian teori dan hasil penelitian yang relevan
Setelah mengetahui variabel yang ada dalam perumusan masalah, kita harus mencari alasan mengapa variabel tersebut berkaitan, yang dapat diketahui dari teori maupun hasil penelitian yang telah ada.
3.      Perumusan kerangka pemikian
Kerangka pemikiran merupkan ringkasan dari definisi tiap variabel dan maupun alasan kaitan antara variabel tersebut. Kerangka pemikiran harus dibuat urut dan rinci sehingga cukup beralasan untuk dijadikan dasar dalam membuat kesimpulan (merumuskan hipotesis)
4.      Perumusan Hipotesis
Hipotesis merupakan kesimpulan yang dihasilkan melalui kerangka pemikiran yang berfungsi sebagai jawaban logis atas suatu masalah. Hipotesis dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan. Hipotesis disebut juga dengan jawaban sementara atas rumusan masalah karena kebenarannya baru bersifat logis.
5.      Penentuan desain penelitian
Proses selanjutnya adalah memverifikasi kebenaran empiris hipotesis tersebut melalui penentuan jenis desain penelitian yang tepat untuk digunakan. Penentuan desain penelitian didasarkan pada dua hal, yaitu keberadaan hipotesis dan keberadaan variabel perlakuan. Pemilihan desain penelitian yang digunakan akan berpengaruh terhadap instrumen pengumpulan data, ukuran sampel dan teknik analisis data yang diperlukan.
6.      Penentuan subyek penelitian
Untuk memverifikasi kebenaran empiris hipotesis penelitian dibutuhkan subyek dimana data variabel penelitian tersebut berada atau melekat. Dari segi cakupannya, subyek penelitian dapat berupa populasi atau sampel
7.      Pengembangan instrumen perolehan data
Tahap selanjutnya adalah mengembangkan instrumen yang digunakan untuk memperoleh data dari subyek itu, sering disebut juga dengan istilah operasionalisasi variabel atau definisi operasional atau pengukuran variabel. Operasionalisasi variabel merupakan penjelasan secara rinci dan berurutan mengenai tiap kegiatan yang harus dilakukan dalam memperoleh data mengenai variabel penelitian sedemikian sehingga diperoleh skor/ kode yang merepresentasikan variabel yang dioperasionalisasikan.
8.      Penganalisisan reliabilitas dan validitas instrumen
Validitas dan reliabilitas merupakan syarat minimal yang harus dimiliki isntrumen dalam penelitian ilmiah. Suatu instrumen dinyatakan valid jika dapat mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur,  dan dinyatakan reliabel jika instrumen tersebut dapat menghasilkan ukuran yang konsisten.. pengujian validitas dan reliabilitas instrumen terutama dilakukan apabila variabel yang akan diukur merupakan variabel psikologis, yang tidak dapat dilihat secara langsung
9.      Pengumpulan data
Pelaksanaan pengumpulan data diawali dengan pembekalan kepada kolektor data  yaitu jika pengumpulan data dilakukan oleh orang lain, untuk memberikan pemahaman umum mengenai tujuan penelitian, instrumen, penggunaan instrumen dan cara mengatasi jika terjadi hal-hal yang tidak direncanakan.
10.  Penganalisisan data
Data yang telah dikumpulkan biasanya diedit dan dioleh sebelum dianalisis untuk memverifikasi hipotesis.  Metode atau teknik yang paling sering digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah
11.  Pendiskusian hasil analisis
Kesimpulan diperoleh jika telah melakukan pembahasan atau diskusi. Diskusi berisi perbandingan tiga hal, yaitu hipotesis penelitian, kesimpulan analisis dan peneltian yang telah adadan relevan.
12.  Perumusan kesimpulan dan saran
Perumusan kesimpulan harus didasarkan pada pembahasan, buka semata mata hasil analisis yang diperoleh. Saran harus memiliki dasar yaitu harus mengacu pada hasil nanalisis maupun diskusi pada tahap sebelumnya. Saran tidak harus ada dalam tiap penelitian
13.  Pelaporan hasil peneitian
Laporan hasil penelitian dibuat dalam bentuk tertulis, dan dapat dipresentasikan dalam bentuk seminar maupun diterbitkan dalam sebuah jurnal ilmiah.



Menentukan masalah penelitian
Penelitian dalam jenis apa pun akan selalu bertumpu dan bersumber pada suatu masalah, karena penelitian tidak akan dapat terlaksana jika tanpa masalah. Menurut Sumadi Suryabrata, masalah merupakan kesenjangan (gap) antara das Sollen dan das Sein, yaitu adanya perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan, antara apa yang diperlukan dan apa yang tersedia, antara harapan dan kenyataan. Hal-hal yang dapat dijadikan sumber untuk menemukan suatu masalah yang akan diteliti antara lain:
a.       Pengamatan atas fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari
Pengamatan dapat menjadi sumber masalah penelitian. Masalah kadang-kadang muncul setelah seseorang melihat hal-hal tertentu di lapangan yamg menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang akhirnya menjadi suatu masalah penelitian walaupun sebelumnya dia tidak sengaja mencari masalah penelitian.
b.      Research Gap (celah penelitian)
Research gap adalah celah – celah atau senjang penelitian yang dapat dimasuki oleh seorang peneliti berdasarkan pengalaman atau temuan peneliti – peneliti terdahulu.
Sumber research gap diperoleh dengan membaca dan menelaah hasil penelitian yang ada. Umumnya research gap ditemukan pada bagian pembahasan dan future/further research dari sebuah naskah hasil penelitian.
Jenjang/ tingkatan literature:

  1. Buku pelajaran/text book
  2. Laporan penelitian yang tidak dipublikasikan.
  3. Proceeding Temu Ilmiah bidang ilmu, yaitu kumpulan naskah ilmiah yang disiapkan sebagai hasil dari sebuah pertemuan ilmiah bidang ilmu tertentu. Naskah semacam ini biasanya dipublikasikan setelah melalui sebuah proses diskusi yang mendalam terhadap berbagai aspek penelitian yang diliput dalam naskah tersebut
  4. Scientific Readings. Bacaan yang bukan merupakan buku pelajaran tetapi memuat eksplorasi yang mendalam mengenai sebuah bidang ilmu atau ditulis dalam lintas bidang ilmu.
  5. Tesis dan disertasi. Naskah ini adalah hasil penelitian yang digunakan seseorang untuk mendapat gelar magister dan doktor dalam bidang ilmu tertentu.
  6. Naskah Referal Journal dalam bidang ilmu, sebagai rujukan utama dari sebuah penelitian ilmiah.

Ferdinand (2016) menjelaskan bahwa yang namanya celah penelitian dapat bercirikan sebagai berikut :
  1. Tatanan konseptual yang baik, tetapi belum ada pembuktian empiris. Celah penelitian muncul karena dalam sebuah teori tatanan konseptualnya sangat mapan, tetapi pada bagian konsep tertentu belum ada yang coba untuk mengujinya secara empiris. Hal ini tentunya membutuhkan telaah literatur dan riset yang sangat banyak dan mendalam, sehingga celah penelitian model ini bisa ditemukan
  2. Masalah penelitian yang belum berhasil dijawab atau hipotesis yang belum berhasil dibuktikan. Celah penelitian muncul karena banyak dari temuan penelitian yang membuktikan bahwa hipotesis yang dibangun dari suatu teori tersebut cenderung tidak signifikan. Misalnya, Teori yang menyatakan bahwa Investasi berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi sudah tidak mungkin lagi disangsikan. Banyak penelititan yang menunjukaan bahwa reksadana syariah tidak berpengaruh secara positf dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tentunya hal ini menarik untuk diteliti lebih lanjut apakah dari sudut metode penelitiannya, baik dari sample, alat analisis, dll.
  3. Temuan penelitian yang kontroversial terhadap penelitian sejenis lainnya. Celah ini ditemukan ketika terjadi hasil penelitian yang berbeda antara penelitian satu dengan penelitian lainnya terhadap konsep dan proposisi yang sama. Sebagai contoh penelitian si A menemukan bahwa X berpengaruh signfikan terhadap Y, namun si B menemukan bahwa X tidak berpengaruh terhadap Y. Celah penelitian model ketiga ini nampaknya sangat popular dan sangat  banyak digunakan oleh sebagian besar peneliti, dalam suatu penelitian. Namun bukan berarti celah penelitian yang paling tepat adalah model ketiga. Semua model adalah tepat, hanya saja khasanah metodologi kita yang belum luas
  4. Hasil penelitian yang menyisakan kelemahan. Biasanya dari beberapa penelitian terdahulu selalu menulis keterbatasan penelitian ataupun saran penelitian yang akan datang. Hal ini juga termasuk dari kategori celah penelitian yang dapat kita gunakan untuk memperoleh permasalahan.
c.       Theory Gap (kesenjangan teori)
Theory gap adalah kesenjangan atau ketidakmampuan sebuah teori dalam menjelaskan sebuah fenomena sehingga teori tersebut lalu dipertanyakan. Masalah dan masalah penelitian dapat dikembangkan dari adanya teori gap dalam masyarakat. Proses pencarian theory gap ini tidaklah mudah, namun satu kebanggaan bagi peneliti dan sponsornya bila mereka mampu menemukan theory gap sebagai langkah awal eksplorasi ilmiah lanjutan.
Proses pencarian theory gap hampir sama dengan proses pencarian research gap, namun berbedadalam besaran cakupannya. Sebuah teori mempunyai cakupan yang lebih luas dari sebuah konsepdalam research gap. Hanya melalui sebuah penelitian yang intesiflah seorang peneliti dapatmenemukan atau mengembangkan sebuah theory gap yang mengungkapkan gugatannya terhadap kemapanan sebuah teori.


Referensi:

1 komentar:

  1. Lucky Club Casino Site Review
    Lucky Club Casino Review - The casino offers many exciting slots, table games, progressive luckyclub.live jackpots, progressive jackpots,  Rating: 3.5 · ‎Review by LuckyClub.live

    BalasHapus