Forum 2 Minggu 2
Pertanyaan:
Bagaimanakah langkah-langkah atau
proses dalam Penelitian Bisnis
Dalam menemukan reseach problem dan
research gap
Tanggapan:
Penelitian
Bisnis merupakan suatu proses penyelidikan/ penelitian yang sistematis yang
bertujuan memberikan informasi yang dapat menuntun bagi pengambilan keputusan
manajemen. Dapat dikatakan bahwa penelitian bisnis merupakan penelitian ilmiah
yang digunakan dalam hal bisnis.
Adapun
proses/ rangkaian kegiatan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Perumusan
Masalah
Suatu
penelitian diawali dengan adanya suatu permasalahan. Rumusan masalah yang baik
memiliki ciri-ciri: masalah penelitian mencakup paling sedikit dua variabel dan
dinyatakan secara ekplisit, variabel-variabel tersebut memiliki kaitan dan ada
kata yang secara eksplisit menyatakan kaitan tersebut, subyek dimana variabel
melekat dinyatakan secara ekplisit, dan rumusan masalah dinyatakan dengan
kalimat pertanyaan.
2. Kajian
teori dan hasil penelitian yang relevan
Setelah mengetahui variabel yang ada
dalam perumusan masalah, kita harus mencari alasan mengapa variabel tersebut
berkaitan, yang dapat diketahui dari teori maupun hasil penelitian yang telah
ada.
3. Perumusan
kerangka pemikian
Kerangka pemikiran merupkan ringkasan
dari definisi tiap variabel dan maupun alasan kaitan antara variabel tersebut.
Kerangka pemikiran harus dibuat urut dan rinci sehingga cukup beralasan untuk
dijadikan dasar dalam membuat kesimpulan (merumuskan hipotesis)
4. Perumusan
Hipotesis
Hipotesis merupakan kesimpulan yang
dihasilkan melalui kerangka pemikiran yang berfungsi sebagai jawaban logis atas
suatu masalah. Hipotesis dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan. Hipotesis
disebut juga dengan jawaban sementara atas rumusan masalah karena kebenarannya
baru bersifat logis.
5. Penentuan
desain penelitian
Proses selanjutnya adalah memverifikasi
kebenaran empiris hipotesis tersebut melalui penentuan jenis desain penelitian
yang tepat untuk digunakan. Penentuan desain penelitian didasarkan pada dua
hal, yaitu keberadaan hipotesis dan keberadaan variabel perlakuan. Pemilihan
desain penelitian yang digunakan akan berpengaruh terhadap instrumen
pengumpulan data, ukuran sampel dan teknik analisis data yang diperlukan.
6. Penentuan
subyek penelitian
Untuk memverifikasi kebenaran empiris
hipotesis penelitian dibutuhkan subyek dimana data variabel penelitian tersebut
berada atau melekat. Dari segi cakupannya, subyek penelitian dapat berupa
populasi atau sampel
7. Pengembangan
instrumen perolehan data
Tahap selanjutnya adalah mengembangkan
instrumen yang digunakan untuk memperoleh data dari subyek itu, sering disebut
juga dengan istilah operasionalisasi variabel atau definisi operasional atau
pengukuran variabel. Operasionalisasi variabel merupakan penjelasan secara
rinci dan berurutan mengenai tiap kegiatan yang harus dilakukan dalam
memperoleh data mengenai variabel penelitian sedemikian sehingga diperoleh
skor/ kode yang merepresentasikan variabel yang dioperasionalisasikan.
8. Penganalisisan
reliabilitas dan validitas instrumen
Validitas dan reliabilitas merupakan
syarat minimal yang harus dimiliki isntrumen dalam penelitian ilmiah. Suatu
instrumen dinyatakan valid jika dapat mengukur apa yang dimaksudkan untuk
diukur, dan dinyatakan reliabel jika
instrumen tersebut dapat menghasilkan ukuran yang konsisten.. pengujian
validitas dan reliabilitas instrumen terutama dilakukan apabila variabel yang
akan diukur merupakan variabel psikologis, yang tidak dapat dilihat secara
langsung
9. Pengumpulan
data
Pelaksanaan pengumpulan data diawali
dengan pembekalan kepada kolektor data
yaitu jika pengumpulan data dilakukan oleh orang lain, untuk memberikan
pemahaman umum mengenai tujuan penelitian, instrumen, penggunaan instrumen dan
cara mengatasi jika terjadi hal-hal yang tidak direncanakan.
10. Penganalisisan
data
Data yang telah dikumpulkan biasanya
diedit dan dioleh sebelum dianalisis untuk memverifikasi hipotesis. Metode atau teknik yang paling sering
digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah
11. Pendiskusian
hasil analisis
Kesimpulan diperoleh jika telah
melakukan pembahasan atau diskusi. Diskusi berisi perbandingan tiga hal, yaitu
hipotesis penelitian, kesimpulan analisis dan peneltian yang telah adadan
relevan.
12. Perumusan
kesimpulan dan saran
Perumusan kesimpulan harus didasarkan
pada pembahasan, buka semata mata hasil analisis yang diperoleh. Saran harus
memiliki dasar yaitu harus mengacu pada hasil nanalisis maupun diskusi pada
tahap sebelumnya. Saran tidak harus ada dalam tiap penelitian
13. Pelaporan
hasil peneitian
Laporan hasil penelitian dibuat dalam
bentuk tertulis, dan dapat dipresentasikan dalam bentuk seminar maupun
diterbitkan dalam sebuah jurnal ilmiah.
Menentukan
masalah penelitian
Penelitian dalam jenis apa pun akan selalu bertumpu dan bersumber pada
suatu masalah, karena penelitian tidak akan dapat terlaksana jika tanpa masalah.
Menurut Sumadi Suryabrata, masalah
merupakan kesenjangan (gap) antara das Sollen dan das Sein, yaitu
adanya perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan,
antara apa yang diperlukan dan apa yang tersedia, antara harapan dan kenyataan.
Hal-hal yang dapat dijadikan sumber untuk menemukan suatu masalah yang akan
diteliti antara lain:
a.
Pengamatan atas fenomena yang terjadi dalam
kehidupan sehari-hari
Pengamatan dapat menjadi
sumber masalah penelitian. Masalah kadang-kadang muncul setelah seseorang
melihat hal-hal tertentu di lapangan yamg menimbulkan pertanyaan-pertanyaan
yang akhirnya menjadi suatu masalah penelitian walaupun sebelumnya dia tidak
sengaja mencari masalah penelitian.
b.
Research Gap (celah penelitian)
Research gap adalah celah – celah atau
senjang penelitian yang dapat dimasuki oleh seorang peneliti berdasarkan
pengalaman atau temuan peneliti – peneliti terdahulu.
Sumber research gap diperoleh dengan membaca dan menelaah hasil penelitian
yang ada. Umumnya research gap
ditemukan pada bagian pembahasan dan future/further research dari sebuah naskah
hasil penelitian.
Jenjang/ tingkatan literature:
- Buku pelajaran/text book
- Laporan penelitian yang tidak dipublikasikan.
- Proceeding Temu Ilmiah bidang ilmu, yaitu kumpulan naskah ilmiah yang disiapkan sebagai hasil dari sebuah pertemuan ilmiah bidang ilmu tertentu. Naskah semacam ini biasanya dipublikasikan setelah melalui sebuah proses diskusi yang mendalam terhadap berbagai aspek penelitian yang diliput dalam naskah tersebut
- Scientific Readings. Bacaan yang bukan merupakan buku pelajaran tetapi memuat eksplorasi yang mendalam mengenai sebuah bidang ilmu atau ditulis dalam lintas bidang ilmu.
- Tesis dan disertasi. Naskah ini adalah hasil penelitian yang digunakan seseorang untuk mendapat gelar magister dan doktor dalam bidang ilmu tertentu.
- Naskah Referal Journal dalam bidang ilmu, sebagai rujukan utama dari sebuah penelitian ilmiah.
Ferdinand (2016) menjelaskan
bahwa yang namanya celah penelitian dapat bercirikan sebagai berikut :
- Tatanan konseptual yang baik, tetapi belum ada pembuktian empiris. Celah penelitian muncul karena dalam sebuah teori tatanan konseptualnya sangat mapan, tetapi pada bagian konsep tertentu belum ada yang coba untuk mengujinya secara empiris. Hal ini tentunya membutuhkan telaah literatur dan riset yang sangat banyak dan mendalam, sehingga celah penelitian model ini bisa ditemukan
- Masalah penelitian yang belum berhasil dijawab atau hipotesis yang belum berhasil dibuktikan. Celah penelitian muncul karena banyak dari temuan penelitian yang membuktikan bahwa hipotesis yang dibangun dari suatu teori tersebut cenderung tidak signifikan. Misalnya, Teori yang menyatakan bahwa Investasi berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi sudah tidak mungkin lagi disangsikan. Banyak penelititan yang menunjukaan bahwa reksadana syariah tidak berpengaruh secara positf dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tentunya hal ini menarik untuk diteliti lebih lanjut apakah dari sudut metode penelitiannya, baik dari sample, alat analisis, dll.
- Temuan penelitian yang kontroversial terhadap penelitian sejenis lainnya. Celah ini ditemukan ketika terjadi hasil penelitian yang berbeda antara penelitian satu dengan penelitian lainnya terhadap konsep dan proposisi yang sama. Sebagai contoh penelitian si A menemukan bahwa X berpengaruh signfikan terhadap Y, namun si B menemukan bahwa X tidak berpengaruh terhadap Y. Celah penelitian model ketiga ini nampaknya sangat popular dan sangat banyak digunakan oleh sebagian besar peneliti, dalam suatu penelitian. Namun bukan berarti celah penelitian yang paling tepat adalah model ketiga. Semua model adalah tepat, hanya saja khasanah metodologi kita yang belum luas
- Hasil penelitian yang menyisakan kelemahan. Biasanya dari beberapa penelitian terdahulu selalu menulis keterbatasan penelitian ataupun saran penelitian yang akan datang. Hal ini juga termasuk dari kategori celah penelitian yang dapat kita gunakan untuk memperoleh permasalahan.
c.
Theory Gap (kesenjangan teori)
Theory gap adalah kesenjangan atau
ketidakmampuan sebuah teori dalam menjelaskan sebuah fenomena sehingga teori
tersebut lalu dipertanyakan. Masalah dan masalah penelitian dapat dikembangkan
dari adanya teori gap dalam masyarakat.
Proses pencarian theory gap ini
tidaklah mudah, namun satu kebanggaan bagi peneliti dan sponsornya bila mereka
mampu menemukan theory gap sebagai
langkah awal eksplorasi ilmiah lanjutan.
Proses pencarian theory gap hampir sama dengan proses
pencarian research gap, namun
berbedadalam besaran cakupannya. Sebuah teori mempunyai cakupan yang lebih luas
dari sebuah konsepdalam research gap.
Hanya melalui sebuah penelitian yang intesiflah seorang peneliti dapatmenemukan
atau mengembangkan sebuah theory gap
yang mengungkapkan gugatannya terhadap kemapanan sebuah teori.
Referensi:
Lucky Club Casino Site Review
BalasHapusLucky Club Casino Review - The casino offers many exciting slots, table games, progressive luckyclub.live jackpots, progressive jackpots, Rating: 3.5 · Review by LuckyClub.live